Kata Ganti Subjek Orang Ketiga dalam Bahasa Minang - Minangnese

Kamis, 26 November 2015

Kata Ganti Subjek Orang Ketiga dalam Bahasa Minang

Bahasa Minang adalah salah satu bahasa daerah Indonesia yang populer, terbukti dari sumbangsih bahasa Minang dalam menyusun bahasa Indonesia dengan serapan 38% (versi Wikipedia). Nah, jika pada postingan-postingan sebelumnya kita sudah membahas mengenai kata ganti subjek orang pertama dan kedua maka kali ini giliran untuk membahas kata ganti subjek orang ketiga dalam bahasa Minang. Oke dunsanak, tanpa banyak kata lagi kita langsung saja masuk ke pelajarannya.

Dalam bahasa Indonesia, orang ketiga sering dipanggil dengan “dia” atau menggunakan nama atau kata ganti lainnya. Lalu bagaimana menyebut orang ketiga dalam bahasa Minang? Jika dunsanak ada yang beranggapan bahwa “dia” dalam bahasa minang adalah “dio” maka dunsanak salah besar. Anggapan bahwa belajar bahasa Minang atau bahasa Padang cukup dengan menganti vokal “a” menjadi “o” adalah salah. Lantas bagaimana kata ganti orang ketiga dalam Minang? Jawabannya adalah: inyo.

Dalam keseharian masyarakat Minang, untuk menyebutkan orang ketiga (tanpa menyebutkan nama) digunakan kata “inyo”. Admin jadi teringat sebuah lagu Minang dengan lirik begini:
Inyolah bakato inyo, awak bakato wak pulo
Artinya: dia berkata dia, saya berkata saya pula

Kalimat-kalimat lain dengan menggunakan kata ganti ini adalah sebagai berikut:
Inyo alun tau kalau ambo suka ka inyo lai
(Dia belum tau kalau aku suka padanya)
Inyo anak pak kapalo desa nan bakumis tu ha
(Dia anak pak kepala desa yang berkumis itu)
Dima inyo tingga? Lai indak jauah?


Kata ganti subjek orang ketiga lainnya untuk daerah Pariaman dan sekitarnya


Selain kata ganti “inyo” masyarakat Pariaman dan beberapa daerah lain juga menggunakan kata “we e”. Kata “we e” ini khas dari Pariaman. Contoh kalimat dengan menggunakan kata ganti ini adalah sebagai berikut:
We e alah kayo kini, indak butuah jo kito lai
(Dia sudah kaya sekarang, tidak butuh lagi dengan kita)

Kata “we e” berbentuk untuh ketika berada di awal kalimat, namun akan terdeformasi menjadi “e” saja ketika ia berada di tengah kalimat, seperti:
Ndak ka nyangko gai e doh, aden basuo pitih 100ribu di jalan
(Tidak bakal menyangka dia, aku menemukan uang 100 di jalan)

Selain itu kata (mungkin lebih tepatnya dikatakan huruf) “e” juga bisa berarti “nya”, seperti “nya” dari “kepunyaannya” atau “nya” lainnya, contoh:
Baju e (Bajunya)
Rumah e (Rumahnya)
Caro e (Caranya)
Kiro e (Kiranya)

Jadi bagaimana dunsanak? Mudahkan belajar bahasa Minang atau bahasa Padang itu? Itulah tadi materi mengenai kata ganti subjek orang ketiga dalam bahasa Minang. Artikel selanjutnya akan kami muat di lain waktu. Selamat belajar.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda