Minangnese

Rabu, 22 Januari 2020

Kumpulan Percapakan Bahasa Minang dengan Teman

Halo dunsanak, apo kaba? Berbicara tentang bahasa Minang, agaknya akan menarik sekali jika kita mampu berbicara bahasa Minang kepada teman yang berasal dari Minang. Tentu ini akan mudah bagi orang Minang, tapi cukup sulit bagi orang yang sama sekali tidak punya darah Minang atau bahkan orang Minang yang lahir dan besar di perantauan. Oleh karena ini, kali ini saya akan membuatkan beberapa percakapan bahasa Minang dengan teman yang biasa terjadi sehari-hari.

Percakapan bahasa Minang atau Padang yang akan saya tuliskan ini barangkali hanya beberapa, tapi dunsanak bisa menanyakannya kepada saya di kolom komentar kalau ada yang kurang. Mudah-mudahan kumpulan percakapan bahasa Minang dengan teman ini bisa bermanfaat bagi dunsanak dalam berkomunikasi ya.

percakapan bahasa minang dengan teman


Percakapan Bahasa Minang dengan Teman di Keseharian


Menanyakan Kabar


Salah satu percakapan paling default dengan teman adalah menanyakan kabar, bukan? Berikut contoh percapakan tanya kabar kepada teman.

A : Assalamu'alaikum. Wes, Riko mah. Kama se salamo ko? Baa kaba kawan? (Assalamu'alaikum. Wah, Riko ya. Kemana saja selama ini? Bagaimana kabarmu teman?)

B : Wa'alaikumussalam. Hei, Sandi. Biasolah, mancari rajaki di parantauan. Alhamdulillah elok dan sihaik. Kawan apo kaba? (Wa'alaikumussalam. Hei, Sandi. Biasalah, mencari rezeki di perantauan. Alhamdulillah baik dan sehat. Kamu apa kabar?)

Oh ya, ngomong-ngomong, percakapan tanya kabar sudah pernah saya bahas di artikel sebelumnya lho. Dunsanak bisa baca lewat tautan di bawah.

Baca juga : Cara Mengucapkan Bahasa Minang Apa Kabar 

Mengucapkan Terima Kasih


Dalam berkomunikasi dengan teman atau dengan siapa pun, kata "terima kasih" menjadi kata yang wajib diucapkan, terutama ketika seseorang telah membantu kita. Begini contoh percakapan untuk mengucapkan terima kasih.

A : Tarimo kasih bana alah repot-repot tibo ka wisuda ambo yo, Wan. Semoga capek manyusua yo. (Terima kasih sekalli sudah repor-repot datang ke wisuda saya ya, Wan. Semoga cepat menyusul ya.)

B : Ndak sabagai alah nyo doh Fik. Aamiin, mudah-mudahan lancar se urusan. (Tidak masalah itu Fik. Aamiin, mudah-mudahan lancar saja urusannya.)

Oh ya, sebelumnya saya juga sudah pernah menulis artikel tentang ini lho. Lebih lengkapnya bisa dunsanak baca di tautan di bawah.

Baca juga : Bahasa Minang Teirma Kasih dan Cara Mengucapkannya

Tentang Kesibukan dan Ajakan Keluar

Berikut contoh percakapan untuk menanyakan apakah seseorang sibuk atau tidak serta ajakan untuk pergi keluar.

A : Sedang sibuk ndak kini tu, Ton? Pai makan wak kalua lah. Kok lai amuah juo. (Sedang sibuk tidak sekarang, Ton? Pergi makan kita keluar yok. Itupun kalau mau.)

B : Iyo ko ha, revisi dari dosen alun salasai juo lain. Ha, buliah juo tu. Dima wak makan? Lah lapa paruaik ha. (Iya nih, revisi dari dosen belum juga selesai. Tapi boleh juga tuh. Dimana kita makan? Sudah lapar pula nih perut.)

Selain percakapan di atas, dunsanak juga bisa menggunakan kalimat di bawah ini:

  • Apo kesibukan kini tuh, Kawan? (Apa kesibukan sekarang ini, Teman?)
  • Sore beko sibuk ndak? (Sore nanti sibuk tidak?)
  • Kalau lah ndak sibuk agiah tau yo. (Kalau sudah tidak sibuk, beritahu ya)


Ajakan Berkunjung ke Rumah

Percakapan berikut ini bisa digunakan untuk mengajak seorang teman mampir ke rumah.

A : Kalau lai ndak sibuk sudah ko, pai lah mampia ka rumah. Amak batanyo jo taruih, baa kok kawan nan namonyo Andi tu ndak main-main kamari lai. (Kalau tidak sibuk abis ini, pergilah mampir ke rumah. Ibu bertanya terus, kenapa teman yang namanya Andi itu tidak main ke sini lagi)

B : Itulah Nton, awak sadang ado proyek bana kini ko. Acok bolak-baliak se Padang-Jakarta. (Itulah Nton, aku sedang ada proyek betul sekarang ini. Sering bolak-balik Padang-Jakarta)

A : Ndeh, iyo tu? Gadang proyek bantuaknyo mah ndak. Baok gai lah sasakali oleh-oleh Jakarta tu untuk amak di rumah. (Iya kah? Besar proyek bentuknya. Bawa juga lah sesekali oleh-oleh Jakarta itu untuk ibu di rumah.)

B : Hahah, jadih lah. Insyaa Allah bisuak ko yo. Doakan se lancar proyek ambo ko. (Haha, oke lah. Insyaa Allah besok ini ya. Doakan saja proyek ku ini lancar.)


Meminta Bantuan

Nah, ini bagian terakhir dalam artikel ini ya. Contoh percakapan yang dapat digunakan untuk meminta bantuan pada teman.

A : Jam istirahat beko, bisa tolong ajaan ambo materi dosen tadi ndak, Kawan? Yo bana ndak masuk ka utak apo nan ditarangan apak tu doh. (Jam istirahat nanti, bisa tolong ajarkan saya materi dosen tadi tidak, Teman? Benar-benar tidak masuk ke otak apa yang diterangkan bapak itu.)

B : Baa kok indak nyo, apak tu manjaleh an co patuih. Untuang ambo dek lah mambaco di rumah. Jadih kawan, insyaa Allah. (Bagaimana tidak, bapak itu menjelaskan macam petir. Untung saya sudah membaca di rumah. Oke teman, insyaa Allah).

Beberapa kalimat serupa yang bisa digunakan dalam meminta tolong adalah sebagai berikut:

  • Minta tolong ciek buliah tu? (Minta tolong satu, boleh kah?)
  • Tolong ambiak an pena ambo nan jatuh itu ciek. (Tolong ambilkan penaku yang terjatuh itu dong)
  • Bisa tolongan... (Bisa tolongkan...)

Nah dunsanak, itulah tadi beberapa contoh percakapan bahasa Minang dengan teman. Ini bisa dunsanak pakai ketika berkomunikasi dengan temanmu yang berasal dari Padang atau ranah Minang ya.

Oh ya, selain itu, dunsanak bisa belajar bahasa Minang untuk kata-kata lainnya melalui artikel saya yang lainnya. Silakan klik salah satu tautan artikel di kolom "Artikel menarik lainnya" di bawah. Dan jika ada yang ingin dunsanak tanyakan tentang bahasa Minang, silakan tuliskan di kolom komentar di bawah.

Selamat belajar.

Kamis, 19 Desember 2019

Bahasa Minang Kamu dan Panggilan Untuk Lawan Bicara Lainnya

bahasa padang kamu

Halo dunsanak, apo kabanyo? Salah satu hal yang paling banyak ditanyakan di internet terkait bahasa Minang adalah apa bahasa Padang kamu. Barangkali ini karena ada orang yang ingin berbicara dengan temannya yang orang Minang biar lebih akrab kali ya. Oleh karena itu, kali ini saya akan mengajak teman-teman untuk belajar mengenai bagaimana menyebut "kamu" di dalam bahasa urang awak ini.

Tahukah dunsanak bahwa ada beberapa kata ganti “kamu” yang bisa kita gunakan untuk menyebut lawan bicara kita. Setelah ini akan kita bahas satu-persatu mulai dari yang paling kasar hingga yang paling lembut. Dunsanak bisa menggunakan mana yang cocok dengan lawan bicara dunsanak nantinya. Hanya saja, saya sangat menyarankan untuk memilih yang paling lembut saja ya. Demi kebaikan kita bersama, hehe

Oh ya, mumpung saya lagi baik nih, saya lengkapi setiap jenis panggilan “kamu” atau orang kedua dengan contoh percakapannya. Percakapan sehari-hari saja ya, untuk yang lebih lanjut silakan tanya di kolom komentar.

Bahasa Padang Kamu atau Orang Kedua Lainnya


Ang


Kata “kamu” bisa diganti dengan kata “ang”, hanya saja ini kata yang kasar dan digunakan untuk panggilan cowok ya. Yah, meskipun cewek gehol di Padang suka memanggil “ang” dengan sesama teman ceweknya, tapi itu tidak untuk ditiru ya.

Biasanya kata “ang” digunakan untuk orang yang lebih kecil atau teman sebaya. Jangan sekali-kali menggunakan kata ini kepada laki-laki yang lebih besar dari kita. Bisa susah nanti urusannya. Nah, untuk contoh percakapan dengan bahasa Padang kamu satu ini adalah sebagai berikut:

A : Ndeh, lah lamo indak basuo kito, apo kesibukan ang kini? (Wah, sudah lama tidak bertemu kita, apa kesibukan kamu sekarang?)

B : Biaso lah kawan, bolak-baliak kantua se den nyo (Biasa lah teman, bolak-bolak kantor saja saya nya)

Kau


Jika “ang” adalah panggilan untuk lelaki, maka bahasa Minang kamu untuk perempuan adalah “kau”. Sama ya dengan bahasa Indonesia? Memang, cuma di Minang “kau” dipakai untuk perempuan saja. Ingat ya, untuk perempuan yang lebih kecil atau sebaya. Cuma kata ini cenderung kasar, sebaiknya jangan gunakan ini juga. Pasalnya antar sesama cewek di Padang pun jarang menggunakan ini—ya kan cewek sukanya lembut-lembut ya.

Nah, untuk percakapannya seperti berikut ini:

A : Rancak bana sapik rambuik nyo, dima kau bali tu? (Bagus sekali jepit rambutnya, di mana kamu belinya?)

B : Patang pas mangawanan amak ka pasa, ado urang manggaleh di tapi jalan (Kemarin pas menemani ibu ke pasar, ada orang jualan di pinggir jalan)

Angku


Kata ganti kamu “angku” sama halnya dengan “ang” tadi, hanya saja ini lebih lembut daripada “ang”. Biasanya dipakai untuk memanggil lelaki juga. Tapi ingat ya, tidak boleh digunakan untuk orang yang lebih tua atau orang yang baru dikenal. Berikut contoh percapakannya:

A : Ka pai kama angku ko? Gagah bana nampaknyo (Mau kemana kamu nih? Ganteng sekali nampaknya)

B : Pai baralek kawan sabanta, Da (Pergi ke nikahan teman sebentar, Da)

Awak


Bahasa minang kamu yang selanjutnya adalah awak. Selain sebagai kata ganti “kamu”, “awak” juga dapat digunakan sebagai kata ganti “aku”. Kata ini adalah kata yang paling lembut untuk digunakan lho. Sangat direkomendasikan untuk digunakan pada orang yang lebih muda dan baru dikenal. Atau orang yang kita hormati dan sayangi. Berikut contoh percakapan dengan kata ini:

A : Sasudah tamaik SMA, kama awak lanjuik rencana? (Setelah tamat SMA, kemana kamu lanjut rencananya?)

B : Nionyo kuliah dulu, Da. Bia bisa basaiang di dunia karajo (Maunya kuliah dulu, Da. Biar bisa bersaing di dunia kerja)

Nah, itulah beberapa bahasa Padang kamu yang bisa dunsanak aplikasikan dalam percakapan. Sekali lagi, penggunaan kata “kamu” bahkan dalam bahasa Indonesia hanya digunakan untuk orang yang sebaya dan lebih kecil ya. Untuk orang yang lebih tua baiknya panggil dengan panggilan penghormatan. Saya juga sudah pernah menulis artikel tentang itu, dunsanak bisa baca di tautan di bawah:

Baca juga: Bahasa Padang Terima Kasih dan Contoh Percakapannya

Akhir kata, semoga artikel yang saya tulis ini bermanfaat ya. Mohon bagikan artikel ini jika dunsanak suka, agar lebih banyak orang yang tahu. Yuk belajar bahasa Minang dan bahasa daerah lainnya, dan rasakan bahwa Indonesia kita benar-benar bhineka.

Selasa, 17 Desember 2019

Cara Mengucapkan Terima Kasih dalam Bahasa Minang

bahasa minang terima kasih
Halo dunsanak, lama tidak menulis di blog ini, kali ini saya kembali lagi untuk membuat sebuah artikel mengenai bahasa Minang terima kasih. Yah, sebagian orang masih menyebutnya dengan bahasa Padang sih, meskipun Minang itu tidak hanya Padang tapi lebih luas lagi.

Kata terima kasih adalah salah satu kata yang paling umum kita ucapkan di dalam keseharian kita. Saat menerima bantuan dari orang lain misalnya, atau meminta bantuan orang lain dan mengucapkan terima kasih duluan. Oleh karena itu, agaknya ini perlu kita pelajari lebih dalam. Biar ketika dunsanak bertemu dengan uda/uni orang Minang di manapun, bisa berdiskusi dengan lebih menarik gitu.

Contoh Percakapan Bahasa Minang Terima Kasih


Sederhananya, menyebut terima kasih dalam bahasa Minang itu tidaklah sulit. Dunsanak hanya perlu mengubah vokal "a" menjadi "o". Jika dalam bahasa Indonesia disebut Terima kasih, maka dalam bahasa Minang disebut Tarimo kasih. Tapi agaknya terdengar asing, bukan?

Dalam percakapan sehari-hari, orang Minang (Padang) biasanya suka menyingkat perkataan. Sehingga ketimbang menyebut tarimo kasiah, mereka lebih suka menyebut mokasih/mokasi. Biar lebih mudahnya, perhatikan beberapa contoh percakapan di bawah ini.

Oh ya, terjemahannya saya tulis dengan tulisan miring di dalam tanda kurung ya!

Percakapan 1

[A] : Mokasi alah manumpangan ambo, kok ndak ado sanak ndak tau baa caronyo pulang lai, ban motor dek bocor di jalan pulo (Makasi sudah menumpangkan saya, kalau tidak ada kamu saya tidak tahu gimana caranya pulang, ban motor malah bocor di jalan pula)
[B] : Indak masalah, sanang bisa manolong kawan (Tidak masalah, senang bisa membantu teman)

Percakapan 2

[A] : Nak, minta tolong amak ciek, angkek kain kalau hari hujan beko yo. Mokasi yo! (Nak, ibu minta tolong ya, angkat pakaian kalau nanti hujan. Terima kasih ya!)
[B] : Iyo Mak, insyaa Allah (Iya Bu, insyaa Allah)

Percakapan 3

[A] : Tarimo kasih kami ucapkan atas kadatangan apak/ibuk sadonyo. (Terima kasih kami ucapkan atas kedatangan bapak/ibu semuanya)

Nah, untuk contoh-contoh lainnya sudah bisa dunsanak coba sendiri kan ya?

Baca juga : Kata Tanya Dalam Bahasa Minang

Pada dasarnya bahasa Minang itu sangat mudah untuk diikuti karena sebagian besar bahasa Indonesia diserap dari bahasa Minang. Bahkan kata orang di luar sana, bahasa Minang itu tinggal mengubah vokal "a" menjadi "o". Meski tidak sepenuhnya benar, tapi dunsanak bisa mencoba trik itu untuk belajar bahasa Minang.

Jadi, sangat mudah untuk mengucapkan terima kasih dalam bahasa Minang, bukan? Jika dunsanak masih bingung, jangan sungkan untuk menuliskan sesuatu di kotak komentar ya. Oh ya, kami masih punya banyak artikel lainnya tentang bahasa Minang. Silakan baca di postingan terkait di bawah ya.

Selasa, 25 Juni 2019

Cara Menanyakan Apa Kabar dalam Bahasa Minang

Halo dunsanak, sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Sudah berjamur dan berdebu. Ngomong-ngomong, apa kabar dunsanak sekalian? Bicara tentang menanyakan kabar, kali ini saya akan sedikit berbagi bagaimana bahasa Minang atau bahasa Padang apa kabar. Pasalnya menanyakan kabar adalah hal yang penting dalam percakapan--meskipun biasanya hanya sebagai basa-basi.

Oh ya, blog ini sebenarnya sudah dibuat sejak 2015 lalu. Beberapa artikel lainnya tentang bahasa Padang seperti perkenalan dan lainnya bisa kamu baca juga di blog ini. Eh, sekalian promo artikel lama tidak apa-apa ya.

Oke deh, teman-teman. Daripada berpanjang-panjang. Yok, kita bahas cara menanyakan apa kabar dalam bahasa Padang alias bahasa Minang.




Bahasa Minang Apa Kabar


Seperti yang saya jelaskan sebelumnya dalam artikel mengenai kata tanya, salah satu kata tanya itu adalah apa yang dalam bahasa Minangnya disebut apo.

Sedangkan kabar dalam bahasa Minang disebut dengan kaba. Jadi, apa kabar dalam bahasa Minang atau bahasa Padang adalah apo kaba. Sederhana, bukan? Namun bagaimana jika ini dipakai dalam percakapan? Mari kita bahas.

[Minang]
A : Lah lamo ndak basuo kito kawan, apo kaba?
B : Alhamdulillah elok kawan, kawan baa?

[Indonesia]
A : Sudah lama tidak bersua teman, apa kabar?
B : Alhamdulillah baik kawan, kawan bagaimana?

Kata apo kaba juga bisa dipakai dalam kalimat lain seperti menanyakan kabar orang lain yang bukan bicara kita.

[Minang]
A : Si Rustam baa nyo, lah lamo bana nyo ndak pulang. Apo lah kaba nyo kini tu.
B : Inyo sibuk manggaleh di Tanah Abang, banyak jua bali nyo, lah jadi urang kayo gadang.

[Indonesia]
A : Si Rustam gimana dia, sudah lama tidak pulang. Apa lah kabar dia sekarang.
B : Dia sibuk berdagang di Tanah Abang, banyak jual belinya, sudah jadi orang kaya dia.

Baca ini juga yuk: Kumpulan Percakapan Bahasa Minang dengan Teman

Namun selain itu, pertanyaan apo kaba juga sering disingkat menjadi menjadi a(po) kaba, merujuk kepada senangnya orang Minang suka menyingkat percakapan. Bagaimana contohnya?

[Minang]
A : Opp, Anton mah, dari ma(no) tadi ko? A kaba kamari?
B : Iko Da, ka mintak tolong ka Uda saketek a.

[Indonesia]
A : Oi, Anton, dari mana tadi? Apa kabar kemari?
B : Ini Da, mau minta tolong sedikit sama Uda.


Nah, itulah tadi sedikit contoh mengenai Bahasa Padang apa kabar. Tidak sulit, bukan? Jika dibandingkan dengan bahasa daerah yang lain, belajar bahasa Padang atau Minang cukup mudah karena tidak banyak perbedaan kata dalam bahasa Minang dengan bahasa Indonesia. Pasalnya, sebagian besar kata dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Minang. Nah, jika kamu masih ada pertanyaan tentang bahasa Minang, silakan tuliskan di kolom komentar.

Sabtu, 28 November 2015

Kata Tanya dalam Bahasa Minang

Halo dunsanak, apa kabar? Kali ini saya ingin berbagi mengenai kata tanya dalam Bahasa Minang. Ketika ingin menanyakan sesuatu kepada seseorang kita sering menggunakan kata tanya. Berbagai kata tanya dapat digunakan sesuai dengan yang kita butuhkan. Selain itu kata tanya juga tidak bisa dipisahkan dari percakapan sehari-hari. So, kali ini saya akan mengajak dunsanak sekalian untuk mengenal kata katanya dalam Bahasa Minang. Yuk, simak.

Dalam bahasa Inggris kita mengenal konsep 5W+1H, dengan kata lain, dalam kehidupan ini ada 6 kata tanya yang umum digunakan. Kata-kata tersebut adalah what, where, when, who, why dan how. Selain keenam itu ada juga kata tanya yang lain seperti which. Nah, kalau yang tadi itu kata tanya dalam bahasa Inggris, sekarang yuk kita pelajari mengenai kata tanya dalam bahasa Indonesia dan bagaimana menyebutnya dalam bahasa Minang.

Apa
Kata tanya "apa" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "apo", namun karena kegemaran orang Minang untuk menyingkat pembicaraan sehingga "apo" kerap disingkat menjadi "a" saja. Berikut contoh kalimat tanya dengan menggunakan kata tanya ini.
Apa yang kamu pegang itu? (Indonesia)
Apo nan awak pacik tu? (Minang)
A nan wak pacik tu? (Minang dengan penyingkatan)

Baca juga : Cara Menanyakan Apa Kabar dalam Bahasa Minang

Dimana
Kata tanya "dimana" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "dimano", namun karena kegemaran orang Minang untuk menyingkat pembicaraan (lagi-lagi) sehingga "dimano" sering diucapkan dengan "dima" saja. Berikut contoh kalimat dengan menggunakan kata tanya ini.
Dimana dia meletakkan kunci mobil? (Indonesia)
Dimano inyo latakan kunci oto? (Minang)
Dima nyo latak kunci oto? (Minang dengan penyingkatan)

Kapan
Kata tanya "kapan" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "bilo", berikut contoh kalimatnya.
Kapan dia akan pulang? (Indonesia)
Bilo inyo ka pulang? (Minang)

Siapa
Kata tanya "siapa" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "siapo", namun karena kegemaran orang Minang untuk menyingkat pembicaraan (lagi-lagi) sehingga "sia" sering diucapkan dengan "dima" saja. Berikut contoh kalimat dengan menggunakan kata tanya ini. 
Siapa yang bersama denganmu itu? (Indonesia)
Siapo nan basamo angku tu? (Minang)
Sia nan samo angku tu? (Minang dengan penyingkatan)

Kenapa
Kata tanya "kenapa" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "kanapo" tapi kata tersebut tidak lazim diucapkan, biasanya untuk menanyakan kenapa orang Minang lebih suka menggunakan kata "dek a" yang berarti "karena apa", berikut contoh kalimatnya.
Kenapa dia tertawa? (Indonesia)
Dek a inyo galak? (Minang)

Bagaimana
Kata tanya "bagaimana" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "baa", berikut contoh kalimatnya.
Bagaimana dia bisa membuka pintu? (Indonesia)
Baa nyo bisa mambukak pintu? (Minang)

Yang mana
Kata tanya "yang mana" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "yang ma" atau "nan ma", berikut contoh kalimatnya.
Yang mana yang kamu suka? (Indonesia)
Nan ma nan kau suko? (Minang)

Berapa
Kata tanya "berapa" dalam bahasa Minang dilafalkan dengan "bara", berikut contoh kalimatnya.
Berapa harga mangganya buk? (Indonesia)
Bara harago mangganyo buk? (Minang)

Baca juga: Kata Ganti Subjek Orang Pertama dalam Bahasa Minang

Bagaimana dunsanak? Cukup mudah dimengerti bukan? Itulah pelajaran mengenai kata tanya dalam bahasa Minang Belajar bahasa Minang itu tidak sulit kok. Selamat belajar.

Kata Petunjuk dalam Bahasa Minang

Halo dunsanak, apa kabar? Kali ini saya ingin berbagi mengenai kata petunjuk dalam Bahasa Minang. Ketika ingin memberi tahukan sesuatu kepada seseorang kita sering menggunakan kata petunjuk. Berbagai kata petunjuk dapat digunakan sesuai dengan yang kita butuhkan. Selain itu kata tanya juga tidak bisa dipisahkan dari percakapan sehari-hari. So, kali ini saya akan mengajak dunsanak sekalian untuk mengenal kata petunjuk  dalam Bahasa Minang. Yuk, simak.

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal beberapa kata petunjuk, kita pun sering menggunakannya. Kata-kata petunjuk itu dalam bahasa Minang tidak mengalami perubahan yang besar. Mari kita lihat. Berikut adalah kata-kata petunjuk dalam bahasa Indonesia dan bahasa Minang.

Ada : ado
Sudah : alah
Belum : alun
Itu : itu
Ini : iko
Utara : utara
Selatan : salatan
Timur : timua
Barat : baraik
Sini : siko
Sana : sinan
Situ  : situ

Tambahan lainnya....

Berikut contoh kalimat dengan menggunakan kata-kata petunjuk di atas
Ado rumah di tapi sawah (Ada rumah di tepi sawah)
Alah nampak matohari kini (Sudah tampak matahari sekarang)
Alun juo inyo tibo lai (Belum datang juga dia)
Itu tampek bali bareh (Itu tempat beli beras)
Iko hape nan maha tu (Ini hape yang mahal itu)
Bajalan ka utara agak sameter (Berjalan ke utara agak semeter)
Masuak lewat tribun salatan (Masuk lewat tribun selatan)
Matohari tabanam di sabalah baraik (Matahari terbenam di sebelah barat)
Matohari tabik di sabalah timua (Matahari terbit di sebelah timur)
Pailah ka sinan lai beko tutuik (Pergilah ke situ nanti tutup)
Sia namo gadih nan tagak di situ (Siapa nama gadis yang berdiri di situ)

Baca juga: Dialog Perkenalan dan Basa-basi dalam Bahasa Minang

Nah, bagaimana dunsanak, belajar bahasa Minang itu gampang bukan? Itulah tadi beberapa kata petunjuk dalam bahasa Minang. Sekarang ayo dicoba dengan menuliskannya di kolom komentar jika dunsanak berkenan. Selamat belajar.

Kamis, 26 November 2015

Kata Ganti Subjek Orang Ketiga dalam Bahasa Minang

Bahasa Minang adalah salah satu bahasa daerah Indonesia yang populer, terbukti dari sumbangsih bahasa Minang dalam menyusun bahasa Indonesia dengan serapan 38% (versi Wikipedia). Nah, jika pada postingan-postingan sebelumnya kita sudah membahas mengenai kata ganti subjek orang pertama dan kedua maka kali ini giliran untuk membahas kata ganti subjek orang ketiga dalam bahasa Minang. Oke dunsanak, tanpa banyak kata lagi kita langsung saja masuk ke pelajarannya.

Dalam bahasa Indonesia, orang ketiga sering dipanggil dengan “dia” atau menggunakan nama atau kata ganti lainnya. Lalu bagaimana menyebut orang ketiga dalam bahasa Minang? Jika dunsanak ada yang beranggapan bahwa “dia” dalam bahasa minang adalah “dio” maka dunsanak salah besar. Anggapan bahwa belajar bahasa Minang atau bahasa Padang cukup dengan menganti vokal “a” menjadi “o” adalah salah. Lantas bagaimana kata ganti orang ketiga dalam Minang? Jawabannya adalah: inyo.

Dalam keseharian masyarakat Minang, untuk menyebutkan orang ketiga (tanpa menyebutkan nama) digunakan kata “inyo”. Admin jadi teringat sebuah lagu Minang dengan lirik begini:
Inyolah bakato inyo, awak bakato wak pulo
Artinya: dia berkata dia, saya berkata saya pula

Kalimat-kalimat lain dengan menggunakan kata ganti ini adalah sebagai berikut:
Inyo alun tau kalau ambo suka ka inyo lai
(Dia belum tau kalau aku suka padanya)
Inyo anak pak kapalo desa nan bakumis tu ha
(Dia anak pak kepala desa yang berkumis itu)
Dima inyo tingga? Lai indak jauah?


Kata ganti subjek orang ketiga lainnya untuk daerah Pariaman dan sekitarnya


Selain kata ganti “inyo” masyarakat Pariaman dan beberapa daerah lain juga menggunakan kata “we e”. Kata “we e” ini khas dari Pariaman. Contoh kalimat dengan menggunakan kata ganti ini adalah sebagai berikut:
We e alah kayo kini, indak butuah jo kito lai
(Dia sudah kaya sekarang, tidak butuh lagi dengan kita)

Kata “we e” berbentuk untuh ketika berada di awal kalimat, namun akan terdeformasi menjadi “e” saja ketika ia berada di tengah kalimat, seperti:
Ndak ka nyangko gai e doh, aden basuo pitih 100ribu di jalan
(Tidak bakal menyangka dia, aku menemukan uang 100 di jalan)

Selain itu kata (mungkin lebih tepatnya dikatakan huruf) “e” juga bisa berarti “nya”, seperti “nya” dari “kepunyaannya” atau “nya” lainnya, contoh:
Baju e (Bajunya)
Rumah e (Rumahnya)
Caro e (Caranya)
Kiro e (Kiranya)

Jadi bagaimana dunsanak? Mudahkan belajar bahasa Minang atau bahasa Padang itu? Itulah tadi materi mengenai kata ganti subjek orang ketiga dalam bahasa Minang. Artikel selanjutnya akan kami muat di lain waktu. Selamat belajar.

Ad Placement